Selasa, 25 Oktober 2022

KISAH NABi IBRAHIM AS.

 

NABI IBRAHIM AS. :

Sebagai umat muslim penting mengetahui kisah Nabi Ibrahim sembelih Anaknya Nabi Ismail.

 

Nabi Ibrahim memiliki dua istri, istri pertama bernama Sarah dan istri kedua bernama Hajar.

 

Sarah melahirkan seorang anak laki-laki yang dinamakan Ishak dan Hajar melahirkan anak laki-laki juga yang bernama Ismail.

 

Sarah merasa kurang senang hidup bersama Hajar, berkali-kali ia meminta kepada suaminya agar Hajar dan anaknya dipindahkan ke tempat lain.

 

Akan tetapi, Nabi Ibrahim tidak segera menurutinya barulah setelah menerima perintah dari Allah, Nabi Ibrahim, Hajar dan Ismail pindah ke Mekah.

 

Ismail yang masih menyusui pada waktu itu terpaksa harus mengikuti kedua orangtuanya menempuh perjalanan yang begitu jauh dan melelahkan.

 

Hajar dan Ismail ditempatkan di daerah padang pasir yang tandus, sunyi, dan terik matahari yang menyengat kulit.

 

Tak ada seorangpun di sana kecuali mereka berdua. 

 

Setelah beberapa tahun Nabi Ibrahim Alaihissalam meninggalkan anak dan istrinya itu, ia pun merasa rindu dan beberapa kali ia mengirim utusan untuk melihat keadaan anak dan istrinya itu.

 

Dan ketika utusannya mengatakan bahwa anak dan istrinya dalam keadaan yang baik-baik saja, Nabi Ibrahim pun merasa lega. Ternyata kehidupan istri dan anaknya itu diberi sebab kecukupan oleh Allah subhanahuwata'ala.

 

Hajar dan Ismail dianggap sebagai pemilik dan pemimpin di Mekah karena mereka berdualah yang pertama kali menetap dan bertempat tinggal di sana.

 

Demikianlah Nabi Ibrahim tidak dapat menahan kerinduannya iapun berangkat ke Mekah dan bertemu dengan Hajar dan Ismail di padang Arafah.

 

Anak dan istrinya itu sedang menggembalakan hewan ternak yang cukup banyak.

 

Dalam perjalanan pulang ke Mekah setelah menggembalakan ternak mereka beristirahat di Muzdalifah karena kelelahan. Dan akhirnya mereka tertidur dalam tidurnya yang sebentar itu.

 

Nabi Ibrahim Alaihissalam mendapat Wahyu melalui mimpinya ia diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih Ismail anak kesayangannya itu dan harus dikorbankan sebagai bukti patuhnya Nabi Ibrahim terhadap Tuhannya. 

 

Seketika itu juga, Nabi Ibrahim terkejut dan berdebar-debar tampak begitu beratnya ujian kali ini.

 

Ia pun akhirnya menguatkan hati demi rasa cintanya yang lebih besar kepada Allah subhanahuwata'ala.

 

Ia juga pada akhirnya memberitahukan mimpi itu kepada Ismail.

 

"Wahai anakku, Ismail dalam mimpi Aku diperintahkan oleh Allah untuk menyerahkanmu sebagai kurban dan aku harus menyembelih mu".

 

"Bagaimana pendapatmu wahai anakku?" kata Nabi Ibrahim.

 

Ismail pun menjawab: 

"Wahai Ayah, sekiranya itu perintah Allah maka laksanakanlah apa yang telah diperintahkanNya kepadamu. Aku akan tetap sabar dan ikhlas menerima cobaan ini".

 

Dikisahkan iblis berusaha merintangi perintah Allah kepada Nabi Ibrahim. Berkali-kali iblis membujuk Nabi Ibrahim agar tidak melaksanakan perintah itu.

 

Namun, Nabi Ibrahim tetap melaksanakan perintah Allah dan godaan iblis yang begitu dahsyatnya tak akan mampu meruntuhkan ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah.

 

Nabi Ibrahim membawa Ismail ke atas bukit, di sana Ismail mengenakan kain penutup mata dan pedang tajam pun sudah dipersiapkan.

 

Ketika pedang itu sudah berada di leher Ismail, tiba-tiba tubuh Ismail pun diganti dengan seekor kambing yang gemuk oleh malaikat jibril.

 

Dengan demikian selamatlah Ismail dari penyembelihan. Allah ta'ala berfirman kepada Nabi Ibrahim:

 

"Wahai Ibrahim kau sudah melaksanakan perintahKu dengan ikhlas, sebagai gantinya aku berikan binatang ternak untuk disembelih, ini adalah cobaan besar bagimu".

 

Peristiwa itu terjadi pada tanggal 10 Dzulhijjah di Mina dan sampai sekarang dirayakan seluruh umat muslim sebagai hari raya Idul Adha.

 

Dan umat Islam yang melaksanakan ibadah haji juga dapat melakukan kurban di Mina sebagai penghormatan atas nabi Ibrahim Alaihissalam.

 

Demikian kisah Nabi Ibrahim alaihisalam yang sembelih anaknya Nabi Ismail alahisalam, semoga kisah ini dapat mempertebal iman kita kepada Allah SWT.

KISAH NABI IDRIS AS.

 NABI IDRIS AS. :

Nama nabi Idris as yang sebenarnya adalah Akhmukh, kemudian dikenal dengan nama Idris adalah karena beliau suka menghabiskan waktunya untuk membaca dan mempelajari kitab


Allah. Idris merupakan putra Adam yang pertama kali diberikan hak kenabian dan


diperintahkan untuk menyampaikan risalah dan ajaran Allah SWT. Setelah nabi Adam dan Shyth


Didalam Alkitab, nabi Idris ini dikenal dengan nama henokh yang wafat pada usia 82


tahun. Idris merupakan keturunan keenam dari Nabi adam yang hidup hidup 1.000 tahun setelah


nabi Adam meninggal dunia Nabi idris dianugerahi kepandaian dalam berbagai disiplin ilmu oleh Allah SWT. Kemahiran dan kemampuannya dalam menciptakan berbagai alat untuk mempermudah segala pekerjaan manusia.


Nabi Idris ini menyerukan ajaran dan risalahnya untuk menegakkan agama Allah,


mengajarkan tauhid serta menyembah hanya kepada Allah agar dapat terhindar dari siksaan


neraka dan mencapai surgaNYA pada orang-orang yang berada disekitar daerah Mesir. Beliau adalah orang yang suka berpuasa sepanjang masa, ketika datang waktu berbuka, malaikat selalu membawakan makanannya langsung dari surga Beliau juga adalah salah satu orang yang selalu dirindukan oleh malaikat pencabut nyawa karena ketaqwaannya terhadap Allah SWT, maka beliau sangat dicintai banyak malaikat termasuk malaikat maut. Bahkan beliau adalah orang yang semasa hidupnya diajak oleh malaikat untuk berjalan


jalan untuk sekedar melihat keindahan surga dan kenistaan nerakaNYA. Selain itu ada beberapa keterampilan yang dimiliki oleh idris diantaranya adalah mampu menulis, menjahit dan juga mengetahui ilmu mengenai binatang


Dia pandai dan bisa menunggangi kuda karena memang itu sudah menjadi kemampuan mereka untuk melakukannya.


Kemampuannya itu sungguh sangat mumpuni dan juga bisa memberikan banyak kontribusi pada umatnya. Dia bisa memberikan pengetahuan agama lewat dakwah serta memberikan banyak ilmu yang juga kuasai dalam bidang yang lainnya. Nabi Idris sendiri adalah seorang nabi yang diutus kepada keturunan Qabil yang telah durhaka kepada habil karena telah membunuhnya. Idris berdakwah dan juga menyampaikan dakwahnya


kepada kalangan keturunan Qabil tersebut.


Dia mengajarkan tauhid mengajak orang-rang untuk menyembah tuhan yang maha kuasa yakni Allah. Hal yang paling menonjol dari nabi ibrahim ini adalah kesabarannya yang sangat baik dan juga dia sangat taat sekali dalam beribadah


Namun demikian dalam perjalanannya, ada banyak sekali hambatan yang dia hadapi Nabi Idris hidup dan menyebarkan agama islam di Mesir, dan dia wafat pada usia 82 tahun Diceritakan juga bahwa pada saat nabi muhammad melakukan isra mi'raj, nabi idris adalah nabi yang memberikan salam kepada nabi Muhammad


Dalam al-qur'an, kisah nabi idris diceritakan dalam beberapa surat seperti dalam surat Maryam dan lainnya.

KISAH NABI ADAM AS.

KISAH NABI ADAM AS. 

Nabi Adam AS merupakan manusia pertama yang diciptakan Allah. Adam diciptakan untuk menjadi khalifah atau pemimpin di muka bumi. Ada banyak hikmah yang bisa dipetik dari kisah Nabi Adam AS.

Suatu ketika, Allah SWT memberitakan kepada para malaikat bahwa Ia akan menciptakan makhluk dari bangsa manusia. Makhluk ini diciptakan dari tanah di Bumi yang nantinya juga akan menjadi khilafah di Bumi. Kisah ini terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 30.

"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada pada malaikat, 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi'," terjemahan surat Al-Baqarah ayat 30.
Allah pun memerintahkan para malaikat untuk mengambil tanah di muka Bumi. Malaikat Izrail berhasil menjalankan tugas dari Allah untuk mengambil sari pati tanah di Bumi.

Baca juga kisah-kisah nabi lainnya:

Kisah Nabi Muhammad Menerima Wahyu, Asal Mula Nuzulul Quran
Kisah Nabi Nuh dan Umat yang Tenggelam karena Banjir Besar
Perjalanan Nabi Musa dan Cerita Perlawanan Terhadap Firaun

Allah lalu menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna. Manusia diberi akal, tubuh, dan jiwa. Allah melengkapi ciptaan itu dengan meniupkan ruh Nabi Adam.

"Saat ruh di mulut, Adam bersin sambil mengucapkan 'Alhamdulillah' segala puji bagi Allah. Itulah ucapan pertama dari seorang Adam, manusia pertama di Saga. Allah menyambut ucapan Adam dengan menjawab 'Yarhamukallah', Rahmat Allah atasmu," dikutip dari buku The Prophets: Kisah Hikmah 25 Nabi Allah karya Nian Noviyanti.

Allah melengkapi Nabi Adam dengan ilmu pengetahuan. Para malaikat pun diminta untuk bersujud sebagai bentuk penghormatan pada Adam. Saat semua malaikat bersujud, ada makhluk berupa iblis dari bangsa jin yang menolak untuk bersujud.

Iblis menolak untuk bersujud karena merasa lebih baik dari manusia karena diciptakan dari api. Mendengar jawaban itu, Allah lalu mengutuk iblis dan mengusir mereka dari surga.
Makna dan Hikmah Isra Miraj di Tengah Pandemi Corona
Nabi Adam pun berdiam dan hidup di surga selama beberapa waktu. Suatu ketika Adam merasa kesepian dan Allah pun menciptakan Hawa untuk menemani Adam.

Adam pun menikahi Hawa dan mengizinkan mereka berdua tinggal di surga dengan syarat tidak mendekati pohon khuldi.

Bertahun-tahun Adam dan Hawa mematuhi aturan itu hingga setan perlahan terus mencoba merayu mereka dengan tipu daya.

Tipu daya berhasil, Nabi Adam lalu memetik buah pohon tersebut dan memakannya bersama Hawa.

Namun, setelah itu Adam dan Hawa langsung dihinggapi rasa bersalah dan aurat mereka tiba-tiba terbuka.

Karena melanggar perintah itu, Allah SWT lalu memerintahkan Adam dan Hawa turun ke Bumi. Adam dan Hawa diturunkan di tempat yang berbeda. Selama 40 tahun mereka saling mencari dan bertemu di Padang Arafah atau Jabal Rahmah, bukit yang penuh kasih sayang.
Saat turun di Bumi, Adam meratapi kesalahannya. Adam dan Hawa memohon ampun kepada Allah dengan bertobat.

Bumi yang berbeda dibandingkan surga membuat Adam dan Hawa banyak belajar dari berbagai tantangan dan kesulitan. Mulai dari bercocok tanam, beternak, dan melindungi tubuh dari berbagai cuaca.

Adam dan Hawa juga membangun keluarga di Bumi dengan melahirkan hingga 40 anak. "Banyak riwayat yang menyebutkan anak-anak Nabi Adam dan Hawa dilahirkan secara kembar," dikutip dari Nabi Adam AS: Manusia dan Nabi Pertama di Bumi oleh Abu M Bintang dan Tim Divaro.

Sebagai khalifah di Bumi, Adam juga diangkat sebagai Nabi dan Rasul yang bertugas berdakwah di Bumi. Adam menyampaikan dakwah kepada istri dan anak-anaknya mengenai ajaran keimanan kepada Allah SWT.
Nabi Adam juga menghadapi persoalan antara anaknya, Qabil, yang membunuh Habil. Adam sangat murka terhadap Qabil.

Allah lalu mengaruniai Nabi Adam dengan anak laki-laki yang tidak memiliki saudara kembar, yang diberi nama Syits. Syits merupakan anak yang cerdas dan berakhlak baik. Keturunan Syits kelak melahirkan Idris.

Nabi Adam lalu jatuh sakit saat berusia 960 tahun dan berwasiat kepada Syits untuk meneruskan dakwah. Malaikat lalu mencabut nyawa Adam, memandikannya, mengafani, menyalatkan, dan menguburkannya.

Dari kisah Nabi Adam AS ini terdapat sejumlah hikmah yang bisa diambil. Sebagai manusia, sudah selayaknya kita memahami bahwa iblis adalah musuh yang akan terus menggoda hingga membuat manusia sesat. Tugas manusia adalah melawan godaan setan dan beribadah kepada Allah SWT. Allah juga selalu menerima tobat setiap hambanya yang bersungguh-sungguh.